Dilema RS terhadap pencabutan alat bantu nafas..
Kejadian permintaan dari keluarga pasien terhadap pencabutan alat bantu nafas (red: ventilator) bukan hanya sekali yang terjadi di rumah sakit. Hal ini sering menimbulkan konflik antara dokter yang merawat, keluarga dan manajemen RS. Betapa tidak, jika dilihat dari sisi keluarga pasien adalah ketidakmampuan financial keluarga yang menjadi dasar pertimbangan, sedangkan dari pihak RS dan dokter yang merawat adalah kelangsungan hidup pasien yang menjadi pertimbangan. Seringnya konflik yang berkepanjangan ini yang berujung kepada pihak rumahsakit yang menanggung beban biaya perawatan pasien tersebut, yang tentunya akan mempengaruhi cashflow RS. Merujuk pada undang-undang yang berlaku di negara kita; tidak adanya pembenaran atau mencampuradukan terhadap kasus euthanasia dengan pembiayaan. Bahkan dari seorang akhli dinyatakan; seberapa banyak surat segel dan materai yang di tandatangani oleh pihak keluarga atas peretujuan pencabutan alat bantu nafas, tidak akan menyelamatkan dokter dan pihak RS dari jerat hukum yang berlaku. Bagaimana sebenarnya yang harus di lakukan oleh undang-undang terhadap keluarga, dokter yang merawat serta pihak manajemen RS agar kejadian tersebut tidak ada pihak yang di rugikan.
No comments yet.


